Apa Siy KIA Ntu???…….

Kesehatan Ibu dan Anak
Bidan-bidan dalam masyarakat Sumatera secara tradisional memberi dukungan medis dan emosional kepada perempuan dalam komunitas mereka, menguatkan hubungan sosial sambil menghasilkan pendapatan untuk keluarga mereka sendiri. Klinik kebidanan dan pusat-pusat kesehatan ibu dan anak (Posyandu) memainkan peranan yang besar bukan hanya dalam memastikan bahwa ibu hamil dan balita memperoleh perawatan tetapi juga memberi tempat di mana para ibu bisa bertemu dengan ibu-ibu yang lain dan mendiskusikan isu-isu yang tidak dapat dibahas dimuka umum.

Pada waktu tsunami banyak klinik-klinik kebidanan dan posyandu yang hancur. Sebuah kajian yang dilaksanakan di Meulaboh di bulan Pebruari 2005 menemukan bahwa terdapat 16 bidan yang tewas dan 44 orang yang menjadi korban langsung tsunami. Karena bidan-bidan ini membantu sekitar 10 – 35 kelahiran per bulan, mereka memainkan peran yang vital di bidang kesehatan untuk sekitar 500 – 1.500 keluarga per bulan. Tim kajian juga bertemu dengan banyak ibu yang memiliki balita yang tinggal di kamp-kamp pengungsi dan mengidentifikasi kebutuhan mendesak akan dukungan emosional dan informasi mengenai nutrisi, ASI, dan perkembangan balita.

Banyak bidan yang bekerja paruh waktu di puskesmas-puskesmas pemerintah atau pos kesehatan kabupaten, tetapi karena rendahnya gaji dan tingginya keinginan banyak ibu-ibu untuk mendapatkan perawatan kesehatan reproduksi pribadi, usaha sampingan ‘di rumah’ menjadi suatu norma. Beberapa bidan hanya bekerja di klinik-klinik swasta di rumah, yang menjadi sumber pendapatan utama mereka dan memberikan layanan kesehatan utama bagi kebanyakan ibu-ibu dalam masyarakat mereka. Klinik-klinik ini banyak yang hancur bersama dengan struktur-struktur yang lain di desa di mana para bidan tinggal dan bekerja. Kebanyakan klinik-klinik ini memerlukan perbaikan-perbaikan dasar termasuk membangun kembali dinding, atap yang baru, pengecatan, pembersihan sumur-sumur, pengadaan perabotan, drainase, dll.

Mercy Corps telah bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat di Meulaboh dalam pengembangan rancangan awal proyek ini. Selain itu, mitra-mitra yang lain adalah UNICEF, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan JHPIEGO, sebuah unit kesehatan teknis yang berasosiasi dengan John Hopkins University.

Kegiatan-kegiatan program mencakup:

dukungan materi (peralatan kebidanan, peralatan tambahan, dan pasokan);
dukungan finansial (kontrak perbaikan dan pembangunan kembali klinik);
dukungan psikososial (pertemuan kelompok setiap 2 minggu);
program penyegaran kesehatan dan pelatihan psikososial;
sesi-sesi kesehatan yang dipimpin oleh bidan (untuk ibu-ibu yang memiliki balita).
Sejauh ini semua bidan telah diberikan sesi bimbingan. Alasan di balik ini adalah untuk membuat para bidan mampu mengatasi kesedihan mereka sendiri sebagai akibat dari tsunami dan oleh karenannya mereka akan lebih siap dalam menangani kesedihan klien mereka. Para bidan juga dikirim selama dua minggu untuk mengikuti kursus penyegaran ketrampilan yang intensif karena banyak dari mereka yang tidak terbiasa dengan praktek-praktek yang baru karena mereka sudah tamat pendidikan sejak lama. Mercy Corps telah membangun 20 BPS (Balai Praktek Swasta), dan dalam minggu-minguu ke depan akan mulai membangun 20 lagi.

Published in: on Juli 2, 2007 at 4:21 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://yiha.wordpress.com/2007/07/02/apa-siy-kia-ntu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: